Pages

Tuesday, 28 July 2015

Kau lah harapan ku

Buat aku jadi bahagiamu..
Meski kian dalam rasa ku padamu..
Meski kian berat perasaan yang kupendam pada dirimu..
Dan pada akhirnya,
Bibirku hanya diam tak mampu berucap dihadapanmu..
Buat aku jadi satu-satunya yang kamu cintai..
Walau galau hatiku..
Walau perih hati ini..
Ketika kau tak ada disampingku..
Buat aku jadi satu-satunya yang ada dihatimu..
Meski aku bukan satu-satunya orang yang mencintaimu..
Meski aku bukan satu-satunya orang yang berdiri disampingmu..
Dan pada akhirnya,
Aku tak bisa berpaling darimu meski hanya untuk beberapa detik..
Aku menghitung waktuku..
Waktu yang kuhabiskan bersamamu..
Waktu dimana kita tertawa..
Bercanda..
Menangis..
Bertengkar..
Marah..
Dan melakukan segalanya berdua..
Hanya aku dan kamu..
Kamu dan aku..
Aku tak sempurna tanpa dirimu..
Karena sesungguhnya yang kurasa adalah bahagia bersamamu..

Wednesday, 22 July 2015

Pelangi Ku

Rintik rintik hujan diakhir senja,
Dikala sang surya meredupkan sinarnya,
Bulir bulir air hujan temaniku dalam kesepian,
Harapkan sang pelangi datang untuk menemani,

Dan setiap gerimis datang selalu hadirkan kenanganmu,
Saat pelangi terbentang seolah kenangan itu terulang,
Pelangi hidupku,
Akan selalu ada artimu dalam hidupku,

Dan akan selalu aku kenang indahmu dihidupku,
Seindah pelangi itulah dirimu,
Yang selalu hadirkan sejuta arti,

Pelangi. PUISI

UNTAIAN SYAIR KEPADA SANG PELANGI

Pelangiku,
Mungkin kau ragu dengan cinta yang kulukis di langit senjaku
Terkadang bergumpal kabut hitam dan terkadang berawan putih
Tidakkah kau tahu aku ingin membangun negeri impianku bersamamu?
Dalam untaian syair – syair indah
Serta menjadikan bait – bait cinta itu berarti
Sehingga terbentuklah prosa kehidupan hanya ada kau dan aku

Pelangiku,
Mungkin kau tahu kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhanku

Pelangiku!
Merapatlah engkau dalam dekapanku!
Taburkanlah kristal – kristal semangat dalam udara yang menentang mati,
dari endapan mimpi malammu

Batas Kota, 23 Januari 2012



SAJAK SUCI KEPADA PELANGI
Rizky Endang Sugiharti

Masih seperti kemarin
pelangi masih saja membentang di langit senja. Terkadang setelah senja berganti,
malam adalah ketakutanku pada sepi yang memeluk erat tubuhku. Pelangi adalah harapan
dan menghibur kemurungan hati.

Namun pelangi kali ini telah tertutup kabut merah jambu
Yang menggumpal di hatinya. “Ya, kabut merah jambu telah menggulung dan mengusik pelangiku.”
Kadang aku bertanya : “Apakah itu dongeng belaka atau misi berselimut hitam?”

Pelangi di langit senja adalah sajak suci yang kutulis bersama asaku yang membubung tinggi. Serumpun syair – syair alam telah menggelayutkan cintaku hanya pada satu titik, di mana titik itu terletak pada prisma titik – titik airmu.

Pelangiku, lengkungmu yang berbagai warna lembut di langit
tak kan bisa menghapus jejak indah yang telah kau biaskan. Ketika rona itu hampir memudar,
aku hilang jejak arah akan cintamu.

Pelangiku adalah buaian rindu yang kurajut dengan puisi malamku ini.
Pelangi,
pada malam sepi ini aku meminta pada-Nya :
“Jika engkaulah sang pelangi terindahku pasti kau kan hadir menghiasi senja itu kembali”

#Rizky Endang Sugiharti