Pages

Wednesday, 13 May 2015

Panton Sedih. Pantun Aceh

Tadengoe hai adek bacut bg peugah
bek lee tabantah tapaleng muka
geutanyoe dua geuteukeudi lee Allah
jinoe meupisah lam jareng cinta.

bek lee tamoe adek mutuah
mandum taseurah bak yg kuasa
kiban tapeugot dek e nyan buet kalupah
jinoe beu ihlas hatee beu rela.

Karna di abg kon ureung meugah ureung yg
susah tamah ngon hina
belanja pih hana yg abg kubah
gasien melumpah han bandeng ngn dinda.

kalheuh bg usaha hai putroe ceudah
doa bak Allah lon mohon pinta
janji phon adek tanyoe meunikah
kalewat batas golom na peuha.

Gata pih jioh hantroeh talangkah
beda daerah geutanyoe dua
bek meulang2 poma ngon ayah
tlong dek peugah haba dari kanda.

tapeumeuah abg ubena salah
buet yg kalupah kadang na gasa
haba lam dosa teulanjoe lidah
watee lon peugah hana sengaja.

walau lam hatee meuluka darah
cinta tapapah dudoe kecewa
sesak lam dada tuleung sang patah
meunan takisah geutanyoe dua.

Sunday, 10 May 2015

Sukses Kerna Doa Orangtua

BUKANLAH tidak mungkin jika sangatlah banyak orang orang sukses di seluruh dunia ini lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya terlebih kepada ibu. Kenapa? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua, dan doa ibu itu sungguh tanpa hijab di hadapan Allah mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah kabulkan.
Mungkin sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa seorang ibu kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya.
Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka tragis. Kenapa tragis? Karena terlalu fokus dengan secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.
Di luar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua atau ibu mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua.
Bersyukurlah jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya ibu, coba tanyakan kepada mereka yang ibu nya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.
Coba bayangkan jika kita tidak punya ibu, ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bias kita cium. Jika tidak punya ibu mungkin tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang. Jika kita tidak punya ibu lagi ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna. Jika kita tidak punya ibu barangkali kita hanya bisa membayangkan wajah tu

Ketika Harga Dirimu (wanita) Begitu Murah... (Setujukah??)

Begitu "indah" foto-fotomu yang kau upload dan pajang di albummu, sehingga memancing komentator mengeluarkan decak keindahan dan kekaguman pula..
Ya.. auratmu itu kini terpampang, bisa dinikmati oleh jutaan orang di dumay ini..
Tahukah engkau betapa rendahnya nilai wanita demikian? Jangankan di mata Tuhanmu, di mata dunia saja sudah mampu ditaksir harganya..
Tanyalah kepada seleb yang mereka dipakai sebagai mode, berapa rupiahkan nilai tubuh mereka? MURAH.. !! KARENA MASIH SEHARGA DUNIA dan BANYAK YANG MAMPU MEMBELINYA !!!
Tahukah engkau berapa nilai istri-istri dan wanita sholehah? Bandingannya adalah nyawa dan darah kami para suaminya!! Cobalah... Siapa yang berani menghina istri-istri kami dan wanita-wanita sholehah, maka taruhannya adalah darah dan nyawa kami!! Bukan selembar cek yang tiada harganya !!!
Mengapa engkau tak ingin menjadi berharga dan bernilai mahal? Islam telah memberikan panduan agar bagaimana engkau menjadi mutiara dan ratu, bukan malah menjadi SAMPAH yang setelah dipakai, lalu bau dan hancur masuk ke pelimbahan!!
Engkau pasti sadar, apa dan bagaimana yang ada di otak otak mereka para komentator "nakal".. Mereka bukan kagum, tapi hanya ingin sekedar mencicipimu lalu menjadikanmu mainan setelah bosan melemparnya ketepian jurang...
Tahukah engkau, seburuk-buruknya lelaki PEZINA tetap mengharapkan beristri seorang wanita yang "murni emas" bukan besi yang dijemur dan usang serta berkarat !!!
Kasihani dirimu.., apa yang kau lakukan takkan pernah menggapai kepuasan, yang ada... engkau setelah dinikmati lalu dicampakkan, dibuang, dan sakit berkepanjangan ..
Belum telat.. masih ada saat untuk bertaubat.. selama engkau masih bernafas dan nyawamu belum sampai dikerongkongan..
Allah Maha Penerima Taubat bagi hamba-hambaNya yang mengharap dan datang mendekatinya baik dengan berlari ataupun melangkah dengan tertatih tatih ..
Ingatlah..disaat engkau hancur engkau akan sendirian, semua fans mu akan jauh menghindar, bukankah engkau jijik saat melihat onggokan sampah yang sudah dikerubuti lalat dan belatung ?
Bukankah engkau muntah dan menutup hidung ?
Bukankah engkau akan menyingkirkannya dengan kakimu lantaran jijik dan memuakkan? Nah begitulah kelak engkau akan diperlakukan, didunia dan diakhirat pula.. Sebagaimana engkau memperlakukan sebuah SAMPAH.. INGATLAH... SAMPAH Saudariku !!
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS Al-Ahzab [33] : 59)

Saturday, 9 May 2015

INGIN BERTEMU

:: Betapa pun.. ::
Betapa pun aku ingin melihatmu..
Memandangmu lebih dekat..
Berbicara dan mendengar suaramu secara langsung..
Tapi kuurungkan semua itu ketika katamu ini belum waktunya pertemuan ini terjadi..
Tunggu sampai semuany benar-benar tlah siap..
Awalnya aku bisa mengerti..
Memahami lebih dalam lagi..
Tapi ketika kupikir ini melampau logikaku..
Membuat aku selalu bertanya-tanya..
Mungkinkah bukan aku yang kau mau..
Sampai kau sedemikian lamanya menghampiri..
Kupikir lagi dan lagi..
tlah cukup semua batas waktu ini..
Aku tak bersiap lagi menunggu..
Ini terlalu lama dan melelahkan..
Mengorbankan waktu yang percuma..
Betapapun kemauanku besar terhadapmu..
Berharap-harap lebih akan tentangmu..
Tapi ketika katamu mematahkan semangat yang kupunya..
Aku pun sadar semua ini hanya imaji yang kupunyai..
Kini aku mengerti apa arti aku bagimu..
Lamanya waktu tak juga bisa memberikan sebuah kepastian..
Dan aku memahaminya bila keinginanmu lebih baik dari keinginanku..
Merelakan..
Melepaskan..
Aku pun tlah siap..
Sebab yang kupunyai tentang harapku terhadapmu memang harus pupus..

KENANGAN

Apa kabar kamu??
Apa kabar hari-harimu??
Apa kabar duniamu??
Meski dilangit dan bumi yang sama..
Tapi semua tentangmu terasa hilang..
Aku kehilangan kabar tentangmu..
Kau lenyap..
Duniaku pun hampir senyap..

Apa kini kau tlah bahagia??
Apa kini kau tlah berdua??
Apa kabar kamu??
Meski di kota yang sama..
Tak kutemui dirimu..
Aku entah kamu yang terasing..

Mungkin kau tlah berubah..
Mungkin kau tak lagi sama..
Mungkin aku yang selalu salah..
Kita tak lagi bisa..
Meski pada udara yang sama..
Detak Waktu yang sama..
Tapi kita terpisah karna hati yang tak bisa menerima..
Keadaan ini..
Suasana ini..

Apa kabar kamu??
Mungkin kini harimu lebih bahagia
Meski bukan denganku..

Saturday, 18 April 2015

PENCEMARAN LINGKUNGAN. MAKALAH IPA

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim
Puja dan puji syukur marilah senantiasa kita limpahkan kepada Tuhan yang maha kuasa karena hanya dengan hidayah dan inayah nya kita semua masi dapat menjalankan kehidupan ini. Tak lupa pula Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita Muhammad SAW beserta para keluarganya,sahabat-sahabatnya,dan para pengikutnya serta kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.

Era globalisasi yang semakin maju,mendorong dunia pendidikan untuk mengikuti perkembanganya. Dengan teknologi yang semakin canggih menunutut dunia pendidikan untuk lebih kreatif dalam pemanfaatannya. Dan yang pasti dari semua itu adalah kecerdasan dari para siswa-siswi suatu sekolah sebagai calon penerus bangsa yang akan melaksanakannya. Dengan demikian,sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab seorang siswa untuk selalu belajar. Bukan hanya itu saja,tetapi juga dengan memenuhi tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru pembimbing masing-masing mata pelajaran. Hal ini yang mendorong kami untuk menyusun makalah IPA (Biologi).
Materi yang akan di bahas dalam makalah ini yaitu mencakup tetang “Pencemaran Lingkungan”. Materi yang di bahas akan memunculkan pengetahuan-pengetahuan yang kita dapatkan dan pengetahuan baru yang kami dapatkan dari beberapa sumber-sumber buku yang kami jadikan sebagai referensi. Ucapan terima kasih kami untuk semua rekan-rekan yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,dan tentunya kami pun tidak terlepas dari guru pembimbing kami. Maaf pun kami sampaikan,karena pastinya dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam membantu Kegiatan Belajar Mengajar,bermanfaat bukan untuk kami saja,tetapi juga bermanfaat bagi kita semua. Amin,amin,ya Robbal`alamin.
Tim penyusun;


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud dan Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pencemaran Lingkungan
2.2. Macam-macam Pencemaran
2.3. Dampak Pencemaran Bagi Lingkungan
2.4. Upaya-Upaya Penanggulangan Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan

BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan pembangunan indonesia dewasa ini semakin cepat.dengan didukungnya era globalissasi,semakin menuntut manusia untuk lebih pandai memanfaatkan sumberdaya alam.dalam mengelola SDA, manusiapun harus lebih berhati –hati, karena jika tidak di pikirkan dengan baik maka tidak akan mendapatkan hasil maksimal dan takjarang dapat menimbulkan hasil yang merugikan banyak orang.sebagai contoh, dalam pembangunan suatu pabrik maka harus di pikirkan terlebih dahulu tentang efek yang di timbulkan dari pabrik tersebut. Hal ini tidak lain yaitu untuk menghindari kerugian, misalnya pencemaran lingkungan. Dalam makalah ini akan di bahas lebih jelas tentang ”Pencemaran lingkungan”

1.1. Latar Belakang
Latar belakang penyusunan makalah IPA (Biologi) ini yaitu :
untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran, khususnya mata pelajarn IPA ( Biologi )
sebagai pengaplikasian siswa dalam melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya

1. 2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini yaitu :
Untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar siswa, yaitu agar makalah ini di jadikan sebagai sumber panduan.
Menambah pengetahuan dan wawasan tentang materi “Pencemaran lingkungan “
Sebagai sumber dari beberapa materi tentang pencemaran.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian pencemaran lingkungan
Pencemaran ( pollution ) didefinisikan sebagai segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat udara, air, tanah, atau makanan yang dapat mempengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan mahluk hidup. Kebanyakan zat pencemaran ( pollutanes ) merupakan hasil samping atau buangan tat kala suatu materi diolah menjadi produk dan digunakan.

2.2. Macam-macam pencemaran.
a. Pencemaran Air.
Adalah masuknya atau dimasukannya mahluk hidup, zat, energi dan komponen air atau perubahanya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam,sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukanya.
b. Pencemaran tanah.
Adalah kondisi suatu tanah yang tercemar oleh beberapa bahan, misalnya sampah-sampah plastik yang merupakan limbah organik yang tidak dapat diuraikan olah mikroorganisme.
c. Pencemaran udara
Adalah udara dilingkungan tercemar oleh beberapa bahan, misalnya disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, asap dari pembakaran sampah, asap dari cerobong pabrik, sertabahan pencemaran dari gas.
d. pencemaran oleh pengguna pestisida
adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan dari pengguna bahan pestisida

2.3. Dampak pencemaran bagi kesehatan.
Masuknya pencemar udara lewat sistem pernafasan, dapat menimbulkan berbagai gejala serta penyakit, beberapa gejala dan penyakit yang dapat timbul akibat kita menghirup udara yang tercemar antara lain :
1. fibrosis.
2. Iritasi pada jaringan.
3. demam.
4. kanker.
5. mutasi genetik. Asphyxpa.
6. keracunan sistemik.
7. tersebarnya penyakit menular dan.
8. kelamin genetika;

2.4. Upaya-upaya penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan
Hakekat pengelolaan lingkungan bukan hanya mengatur lingkungannya, tetapi mengatur dan mengendalikan berbagai kegiatan manusia agar berlangsung dan berdampak dalam batas kemampuan dan keterbatasan lingkungan untuk mendukungnya.

Pengelolaan lingkungan perlu dilakukan secara dini agar pembangunan yang semakin gencar dilaksanakan dapat memanfaatkan lingkungan hidup untuk pengembangan.
Beberapa upaya yang parlu dilakukan untuk menjaga atau menanggulangi kerusakan lingkungan hidup.
1. Mencegah kerusakan hutan, dengan menaati peraturan penebangan hutan (tebang pilih, menanam kembali ), juga mencegah terjadinya kebakaran hutan
2. Membuat suaka margasatwa dan cagar alam untuk menyelamatkan punahnya sepesies tertentu.
3. Menata tataruang wilayah, pembangunan harus disesuaikan dengan zona dan peruntukanya.
4. Proyek pembangunan harus dikendalikan melalui penerapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ).
5. Rehabilitasi lahan bekas penebangan.
Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah pencemaran, antara lain :
1. Mengurangi emisi zat pencemar dari berbagai sumber, misalnya dengan mengganti bahan bakar minyak dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
2. Mengawasi tempat-tempat pembuangan sampah.
3. Mendidik masyarakat tantang bahaya pencemaran dan bagai mana cara mencegahnya.
4. Memberikan saksi hukum yang sepadan kepada pengusaha yang perusahaanya menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.
5. Membuat peraturan-peraturan yang mengatur aktivitas manusia yang erat kaitanya dengan kehidupan sosial.
6. Mengubah prilaku masyarakat dalam mengelola air.
Contoh : jangan membuang sampah/ limbah kesungai, tidak menggunakan air sungai untuk MCK. Mengkonsumsi air yang sudah diolah.
7. Membatasi penggunaan air tanah agar terhindar dari penurunan permukaan air tanah dan intrusi air laut.
8. Mengatur jarak pembuangan sampah/ septik tank dengan sumber air (misalnya 10 m ).
9. Penggunaan pupuk dan pestisida secara bijak.
 
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Yang dapat kami simpulkan yaitu bahwa kita sebagai manusia harus pandai-pandai memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat disekitar kita. Pengelolaan SDA haruslah tidak jauh dari pengetahuan dan kemajuan teknologi di era globalisasi ini. Ini merupakan salah satu upaya agar lingkungan kita tetap terjaga dan tidak menimbulkan bahaya yang bersifat negatif. Oleh karenanya, mulailah dari sekarang untuk kita selalu membiasakan hidup bersih dan tidak merusak lingkungan disekitar kita.dengan lingkungan bersih dan sehat maka akan tercipta lingkungan yang lestari. Tentunya bukan hanya bermanfaat untuk kita semua tapi juga bermanfaat bagi generasi penerus kita,para generasi muda Indonesia.

3.2. Saran
Kami sadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya,kami sangat menunggu kritik dan saran dari kalian semua. tentunya adalah saran yang membangun. Dengan itulah, kita bisa berusaha untuk menyusun makalah berikutnya dengan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Palar, Heryanto. 2005. Pencemaran dan Teknologi logam berat.
Jakarta : Rineka Cipta
Subagyo, P,joko. 2005. Hukum Lingkungan “ Masalah dan penanggulangannya- jakarta :Rineka Cipta

PANDUAN UMUM PROSES REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG DESA



A. PENDAHULUAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah III (2015 – 2019) dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015 mengamanatkan bahwa percepatan pembangunan desa akan dilaksanakan melalui implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Peraturan Presiden Nomor 12 tentang Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi mengamanatkan bahwa Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi memiliki tugas dan fungsi menjalankan urusan pemerintahan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Selain daripada itu, Nota Keuangan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2015 mengamanatkan bahwa pengelolaan anggaran dalam rangka penyelesaian akhir PNPM MPd menjadi tanggung jawab Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

 Berdasarkan hal tersebut, maka Kementerian Desa memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sekaligus mendampingi penyelesaian akhir PNPM MPd. Dalam rangka mendukung kelancaran implementasi UU Nomor 6 Tahun 2015 tentang desa, sekaligus penyelesaian akhir PNPM MPd, Pemerintah akan melakukan pendampingan dengan dibantu oleh pendamping profesional. Untuk itu, Pemerintah akan mendayagunakan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa sedangkan melalui pendamping profesional akan dibantu tenaga ahli dan tenaga pendamping.

Mengingat rentang kendali yang luas, dalam hal pembinaan dan pengelolaan pendampingan maka Pemerintah akan melimpahkan sebagian kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi melalui mekanisme dekonsentrasi. Untuk itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan pendamping, dipandang perlu disusun Panduan Rekrutmen Pendamping Kabupaten dan Pendamping Kecamatan yang akan digunakan oleh Satker Pelaksana Dekonsentrasi.


B. PENDAMPING KABUPATEN DAN PENDAMPING KECAMATAN

Tenaga Pendamping Profesional yang terdiri dari Pendamping Kabupaten dan Pendamping Kecamatan memiliki posisi penting dan strategis dalam menentukan kinerja program. Untuk itu, proses rekrutmen terhadap Pendamping harus diatur secara ketat agar diperoleh tenaga Pendamping sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

Secara garis besar proses rekrutmen Pendamping terdiri dari 5 (lima) tahapan pokok yaitu: 1) pemetaan kebutuhan, 2) pengumuman, 3) seleksi pasif, 4) seleksi aktif melalui wawancara, focus group discussion dan test tertulis, serta tahap 5)

pembekalan melalui pelatihan. Rekrutmen Pendamping ini harus mampu menyeleksi pelamar/calon pendamping sesuai kompetensi yang ditetapkan, dan merekrut jumlah pendamping sesuai kebutuhan.

C. JUMLAH TENAGA PENDAMPING

Pendamping Tingkat Kabupaten

Setiap Kabupaten pada prinsipnya didampingi oleh 4 (empat) orang Pendamping Teknis, yaitu: Pendamping Teknis Bidang Pemberdayaan, Pendamping Teknis Bidang Infrastruktur, Pendamping Teknis Bidang Keuangan, dan Pendamping

Teknis Bidang Perguliran dan Pengembangan Usaha.
Asisten Pendamping Tingkat Kabupaten

Asisten Pendamping Teknis Bidang Pemberdayaan diadakan untuk mendukung kinerja Pendamping Kabupaten di kabupaten yang memiliki jumlah kecamatan lebih dari 9 kecamatan.
Pendamping Tingkat Kecamatan

Setiap Kecamatan didampingi oleh Pendamping Desa Bidang Pemberdayaan dan Pendamping Desa Bidang Infrastruktur. Namun demikian, dalam rangka efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan program, maka tenaga Pendamping didayagunakan dan diatur penempatannya berdasarkan jumlah desa dimasingmasing kecamatan.

D. KUALIFIKASI PENDAMPING

Kualifikasi Pendamping untuk setiap jenis pendamping pada setiap lokasi program

dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pendamping Teknis Pemberdayaan
Pendidikan Strata-1 atau Diploma-III dari semua bidang ilmu;
Memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan program/proyek pemberdayaan masyarakat, untuk S-1 minimal 6 (enam) tahun sedangkan D-3 minimal 8 (delapan) tahun;
Berpengalaman dalam pemberdayaan masyarakat, pendampingan kerja sosial, pendampingan masyarakat, pengorganisasian masyarakat;
Berpengalaman memfasilitasi sistem pembangunan partisipatif, perencanaan program/proyek pembangunan desa/antar desa, fasilitasi manajemen pembangunan desa/antar desa, kajian terhadap peraturan daerah;
Berpengalaman melatih masyarakat yang mencakup aspek penyusunan modul sederhana, fasilitasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelatihan, maupun kaderisasi pelatih lokal;
Mampu mengoperasikan peralatan komputer minimal microsoft office;
Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan;
Pada saat melakukan pendaftaran usia maksimal calon Pendamping Kabupaten Pemberdayaan adalah 50 tahun.

Pendamping Teknis Infrastruktur
Pendidikan minimum S1 atau D-III Teknik Sipil;
Memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan pembangunan infrastruktur perdesaan, untuk S-1 minimal 6 (enam) tahun dan D-III minimal 8 (delapan) tahun. Pengecualian khusus untuk Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua pengalaman kerja relevan untuk S-1 minimal 4 (empat) tahun sedangkan D-III minimal 6 (enam) tahun;
Pengalaman kerja yang relevan dengan program/proyek pemberdayaan masyarakat minimal 3 (tiga) tahun;
Berpengalaman memfasilitasi masyarakat dalam menyusun rencana anggaran biaya (RAB) infrastruktur perdesaan sesuai dengan harga satuan setempat;
Berpengalaman memfasilitasi masyarakat dalam menyusun desain teknis sesuai dengan standar teknis infrastruktur perdesaan;
Berpengalaman melatih masyarakat tentang teknis pertukangan yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur perdesaan;
Mampu mengoperasikan peralatan komputer minimal microsoft office;
Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan;
Pada saat melakukan pendaftaran usia maksimal calon Pendamping Kabupaten Teknik adalah 50 tahun.

Pendamping Teknis Keuangan
Pendidikan diutamakan minimum S1 Ekonomi semua jurusan, atau D-III Akuntansi. Bagi yang berpendidikan Non Ekonomi, wajib dibuktikan memiliki pengalaman mendampingi keuangan mikro dan memiliki keahlian melakukan audit internal;
Pengalaman kerja yang relevan S-1 minimum 6 (enam) tahun sedangkan D-III minimum 8 (delapan) tahun; Berpengalaman memfasilitasi masyarakat dalam pengembangan keuangan mikro yang mencakup aspek pengelolaan keuangan, pengelolaan pinjaman, dan pendampingan kelompok peminjam; Berpengalaman memfasilitasi kelompok masyarakat penerima pinjaman yang mencakup aspek permodalan, pengembangan usaha ekonomi, serta penguatan dan pengembangan jaringan lembaga pengelola pinjaman mikro;
Berpengalaman menyusun Laporan Keuangan (Neraca, Laporan Rugi/Laba,dsb), laporan kesehatan lembaga keuangan, dan laporan kesehatan pinjaman;
Berpengalaman memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan kelembagaan keuangan mikro yang mencakup aspek prinsip dan prosedur pengelolaan lembaga keuangan mikro/simpan pinjam/BPR/Koperasi, dsb;
Mampu mengoperasikan komputer minimal Microsoft Office;
Pada saat melakukan pendaftaran usia maksimal calon Pendamping Kabupaten Keuangan adalah 50 tahun.

Pendamping Teknis Perguliran dan Pengembangan Usaha
Memiliki pengalaman kerja, untuk S-1 (diutamakan pendidikan ekonomi) minimal 6 (enam) tahun sedangkan D-3 minimal 8 (delapan) tahun;
Memiliki pengalaman kerja yang relevan minimal 5 tahun, kecuali untuk Provinsi Maluku dan Maluku Utara, pengalaman kerja yang relevan minimal 3 tahun;
Berpengalaman dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan simpan pinjam; Diutamakan yang memiliki latar belakang pemberdayaan ekonomi pedesaan, berpengalaman dalam penguatan dan pengembangan jaringan lembaga pengelola pinjaman mikro.
Asisten Pendamping Teknis Pemberdayaan
Pendidikan Strata-1 atau Diploma-III dari semua bidang ilmu;
Memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan program/proyek pemberdayaan masyarakat, untuk S-1 minimal 4 (empat) tahun sedangkan D-3 minimal 6 (enam) tahun;
Berpengalaman dalam pemberdayaan masyarakat, pendampingan kerja sosial, pendampingan masyarakat, pengorganisasian masyarakat;
Berpengalaman memfasilitasi sistem pembangunan partisipatif, perencanaan program/proyek pembangunan desa/antar desa, fasilitasi manajemen pembangunan desa/antar desa, kajian terhadap peraturan daerah;
Berpengalaman melatih masyarakat yang mencakup aspek penyusunan modul sederhana, fasilitasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelatihan, maupun kaderisasi pelatih lokal;
Mampu mengoperasikan peralatan komputer minimal microsoft office;
Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan;
Pada saat melakukan pendaftaran usia maksimal calon Pendamping Kabupaten Pemberdayaan adalah 50 tahun.

Pendamping Desa – Pemberdayaan
Pendidikan S1 dari semua bidang ilmu dengan pengalaman kerja yang relevan dengan program/proyek pemberdayaan masyarakat minimal 3 (tiga) tahun; atau D-3 dari semua bidang ilmu dengan pengalaman kerja yang relevan dengan program/proyek pemberdayaan masyarakat minimal 5 (lima) tahun;
Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat kualifikasi Pendamping Kecamatan Pemberdayaan sebagai berikut:
Tingkat pendidikan Strata satu (S-1) fresh graduated dari semua bidang ilmu atau;
Tingkat pendidikan Diploma Tiga (D III) dari semua bidang ilmu dengan pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun;
Mengenal budaya dan adat istiadat lokasi tugas, diutamakan dapat berbahasa daerah tempat tugas;
Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan;
Pada saat melakukan pendaftaran usia Pendamping Kecamatan Pemberdayaan maksimal 45 tahun.
Pendamping Desa – Infrastruktur
Pendidikan S1 dari bidang ilmu Teknik Sipil dengan pengalaman kerja yang relevan dengan program/proyek pembangunan infrastruktur minimal 3 (tiga) tahun; atau D-3 Teknik Sipil dengan pengalaman kerja relevan dengan program/proyek infrastruktur minimal 5 (lima) tahun;
Diutamakan memiliki pengalaman berorganisasi dan pernah aktif di kegiatan pemberdayaan masyarakat, pekerjaan sosial, maupun kegiatan pendampingan masyarakat lainnya;
Mengenal budaya dan adat istiadat lokasi tugas, diutamakan dapat berbahasa daerah tempat tugas;
Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan;
Pada saat melakukan pendaftaran usia Pendamping Kecamatan Teknik maksimal 45 (empat puluh lima) tahun.





TAHAPAN SELEKSI
A. Perhitungan Kebutuhan Tenaga Pendamping
Tahap awal dari proses rekrutmen Pendamping adalah menentukan jumlah kebutuhan/kuota tenaga Pendamping Kabupaten dan Pendamping Kecamatanyang harus direkrut, adapun hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
Satker Pusat menetapkan quota Pendamping yang dihitung berdasarkan kebutuhan dan Pagu Anggaran;
Provinsi melakukan Analisis kebutuhan Pendamping berdasarkan quota pendamping yang ditetapkan Satker Pusat.

B. Pengumuman Rekrutmen Pendamping
Kebutuhan tenaga pendamping, dipubilkasikan secara luas melalui media lokal atau nasional. Prosedur pengumuman seleksi Pendamping adalah sebagai berikut:
Pengumuman rekrutmen Pendamping dilakukan oleh masing-masing Satker Provinsi;
Publikasi dilakukan dengan mencantumkan syarat dan kualifikasi pelamar;
Alamat penyampaian dokumen lamaran melalui PO BOX, ditujukan kepada Satker PMD Provinsi;
Proses penerimaan berkas lamaran Pendamping dilakukan oleh Satker PMD Provinsi.

C. Seleksi Pasif
Seleksi Pasif adalah proses seleksi administrasi terhadap lamaran yang sesuai dengan kualifikasi dan syarat–syarat administrasi. Proses seleksi administrasi menjadi tanggung jawab Satker PMD Provinsi, dan secara teknis dilaksanakan Sekretariat Satker Provinsi dibantu oleh tenaga pendamping profesional.

Langkah-langkah seleksi pasif adalah mengikuti tahapan sebagai berikut:
Sekretariat Provinsi melakukan seleksi pasif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan seleksi pasif;
Satker PMD Provinsi menyampaikan Berita Acara shortlist (daftar pendek) pelamar kepada Satker Pusat;
Satker Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa mereview dan menetapkan shortlist;
Berdasarkan shortlist yang telah disetujui, Satker PMD Provinsi menetapkan jadwal seleksi aktif;
Satker PMD Provinsi menginformasikan jadwal pelaksanaan seleksi aktif tersebut kepada Satker Pusat;
Satker PMD Provinsi dengan didukung secara teknis oleh Sekretariat Satker PMD Provinsi mengundang peserta seleksi aktif.

D. Seleksi Aktif
Seleksi aktif merupakan sebuah tahapan seleksi dalam rekrutmen Pendamping yang ditujukan untuk mengetahui aspek pengetahuan, wawasan, kemampuan, sikap dan kepribadian yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas serta keabsahan data dan riwayat hidup dari setiap calon Pendamping. Langkah-langkah seleksi aktif adalah mengikuti tahapan sebagai berikut:
Penetapan Panitia Seleksi Aktif

Panitia seleksi aktif terdiri dari panitia seleksi provinsi dan atau panitia seleksi pusat, untuk itu, Satker PMD Provinsi wajib membentuk panitia seleksi aktif yang terdiri dari Pejabat/Staf PMD Provinsi dan dibantu tenaga pendamping profesional.
Tahapan Seleksi Aktif

Proses Seleksi Aktif Tahap Pertama ditujukan untuk menyaring para pelamar kerja berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang bidang tugas yang dipilihnya. Seleksi ini terdiri dari test tertulis, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara.

E. Pelatihan
Tahapan akhir dari proses seleksi sebagai bagian dari proses rekrutment Pendamping adalah Pelatihan Pra Tugas (pembekalan). Tujuan pelatihan ini adalah memberikan orientasi dan pembekalan kepada calon pendamping agar siap secara mental, serta memberikan pengetahuan, dan ketrampilan sebelum diterjunkan di lokasi penempatan.

F. HONORARIUM DAN TUNJANGAN TENAGA PENDAMPING
1. Honorarium
Tenaga Pendamping Kabupaten atau Pendamping Kecamatan mengikat perjanjian kerja dengan Satker PMD Provinsi yaitu dalam bentuk kontrak kerja atas penyelesaian seluruh pekerjaan pendampingan masyarakat dalam mendukung implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan sekaligus penyelesaian akhir PNPM Mandiri Perdesaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah honorarium yang pasti dan tetap, dan semua risiko yang mungkin terjadi dalam

kegiatan pendampingan masyarakat sepenuhnya ditanggung oleh masing-masing Pendamping. Pembayaran honorarium Pendamping setiap bulan bersifat lumpsum, kecuali untuk pembayaran besaran honorarium Pendamping pada bulan pertama atau pada bulan terakhir Honorarium Pendamping adalah imbalan finansial yang diterima setiap bulan yang diberikan kepada Pendamping sehubungan dengan jasa atas kegiatan pendampingan masyarakat yang dilakukannya selama satu bulan berjalan.

Honorarium Pendamping dibayarkan secara lump-sum yaitu besaran honorarium yang tertuang dalam kontrak kerja yang wajib dibayarkan oleh Satker Provinsi untuk setiap bulannya dengan syarat Pendamping sudah melakukan tugas atau pekerjaan sesuai dalam surat perjanjian kerja sebagaimana dibuktikan dalam bentuk laporan dan bukti-bukti administrasi.

Jumlah dan besaran honorarium yang diterima Pendamping tetap mengacu pada Ketentuan yang telah ditetapkan oleh Satker Pusat, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa.

2. Tunjangan
Tunjangan Operasional Pendamping adalah tunjangan yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pendampingan masyarakat, Tunjangan Operasional Pendamping diberikan untuk digunakan membiayai tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi, asuransi, dan biaya operasional kantor.

G. PENUTUP
Ketentuan dan Penjelasan lebih lanjut atas pelaksanaa rekrutmen dan pengelolaan tenaga pendamping akan diterbitkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembinaan dan Pengelolaan Pendamping Implementasi Undang-Undang Desa.



                                                                                                 Jakarta, 27 Maret 2015
A.n. Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi
Plt. Direktur Jenderal Pembangunan dan 
Pemberdayaan Masyarakat Desa     




Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP      
NIP. 19650530 199103 1 002      





                             sumber

Tuesday, 14 April 2015

PANTUN ACEH 2015

Payah tamita,ak-ak yang puteh.
adak u inggreh,han chit meutumei.
susah tamita,dara seumateh.
meunyo yang paleh,padum pereulei.?

Meukru semangat,Jeumpa Seulaseh
masa uroe jeh,geu lhat bak ulei.
salam a'laikom,karong ngon wareh.
lon sapa abeh,murid ngon gurei.

Bacut karangan,hajat lon tuleh.
geulantoe kuweh,lon bi keu jamei.
judul lam rawi,jameun ka canggeh.
ta-eu sang gadeh,pahahai balei.

Dari seubab nyan,bek salah pileh.
bek asai puteh,laju neu pangkei.
ta tilek beugoet,ahli ngon wareh.
bek dudoe seudeh,rugoe jeulamei

Bek tacok santan, nibak u dadeh.
Han mungken tapeh, taguen keu gulei
Inong lawet nyoe, geutanyoe dikreh.
Jisampoh abeh, luweu ngon bajei

Takheun sidara, hana seumateh.
Yang agam paleh,sadeue beuralei
Asai kapuwah, tugah ka abeh.
Kalheu ji eh-eh, picet boh gutei.

Mangat siminet, tumet ngon gateh.
Lheuh nyan ju abeh, geutanyoe seudei
Oh lheuh tajungkat, sarat boh beuteh.
Nafsu kahabeh, meurandei-randei.

Ingat hai Polem, beuneutem pateh.
Haba lon rinteh, sang kreuh ban batei.
Hitam dilua, didalam Puteh.
Miseu boh manggeh, haba lon subei.
Tapeugeot lidi, sang dari pureh.
Masa uroe jeh, wahe e sampei.
Ulon mantog cut, goh jeut tumuleh.
Meuah hai wareh, troh ujong bulei.

Sumber