--> Bg Nur Komting | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Meuntroe Sibujang Senang

Wednesday, 21 May 2014

no image

CINTA DUNIA MAYA

Aku jatuh cinta ...
Dalam aura fatamorgana yang menjanjikan seribu duka..
Terpeluk ...... tiada hangat.
Tersenyum ... demi janji yang membesut mimpi

Derita tanpa akhir...?
Diam ... kelu ... membisu ....
Namun dalam rengkuhannya hatiku tersipu malu...

Terbuaikah...?
Terhenyak sebuah asa ...
Tersamar lirih hembusan rindu tuk sebuah hati..

Terebah...
Terpasrahkan...
Tervisualisasi sebuah rasa hati dalam kronologi mayaku....

Bersalahkah...?
Berdosakah... ?
Jika iya.... pergilah, kan kubunuh rinduku.
Jika tidak ... disini aku menunggu kala kau telah tanggalkan ragu...

Aku jatuh cinta...
Tiada yang salah ...
Aku jatuh cinta ...
Tiada hari tanpa serba salah...
Kala kita ada .. setelah mereka ada..

Cinta ini membuat kelopakku mengalir darah....
Keraguan membuat cinta berlainan ara

no image

KERINDUAN YANG TERHEMPAS

Denting rinduku kini hanya menjadi serakan yang tak bermakna 
Tercerai berai laksana kelopak mawar yang layu dari tangkainya 
Semuanya hancur hanya tinggal debu yang berserakan tak berdaya 
Laksana onggokan rindu yang kini tak lagi berguna 

Dentingan rasa yang terus menggayut didalam jiwa 
Kini hanya menjadi melody sumbang yang tanpa nada 
Semuanya sirna entah lari kemana rindu didada 
Yang ada hanya resah berkecamuk didalam dada 

Kasih..... 
Lihatlah aku terkapar tak berdaya menahan rindu didalam dada 
Rindu yang terhempas didalam gejolak rasa yang ada 
Antara rindu dan benci menjadi satu berbaur didalam rasa 
Yaaaaa...rindu padamu yang kini hanya tinggal serpihan luka 

Kasih.... 
Lihatlah serakan serakan kelopak bunga mawar bertebaran 
Laksana jiwaku yang terbelenggu didalam kegundahan 
Kelopak mawar segar kini telah layu dari jambangan 
Tercerai berai dalam singgasana cinta kegalauan 

Kasih.... 
Rinduku kini telah menyakiti hati dan jiwaku 
Menusuk menggores begitu dalam kalbuku 
Rinduku kini telah mencacah setiap sudut ruang hatiku 
Menacap begitu dalam belati cintamu hingga membuat lubang dihatiku 

Kasih.... 
Sungguh kini senandung kerinduanku hanya tinggal masa lalu 
Masa lalu yang begitu menyakitkan hati dan jiwaku 
Karena dirimu tak pernah peduli lagi akan kehadiranku 
Karena dirimu kini bagaikan angin yang berhembus dan berlalu 

Yang datang dan hadir hanya sesaat semaumu 
Hingga dirimu tak berfikir jika terluka hatiku 
Hingga dirimu tak fahami jika tersakiti jiwaku 
Hingga dirimu tak mengerti jika tergores kalbuku 

Karena hati dan jiwamu telah tertutupi oleh egomu 
Karena hati dan jiwamu telah terbalut oleh kemunafikanmu 
Kini tinggalah aku yang terkapar menahan rindu yang terlarang padamu 
Rinduku yang terhempas oleh pintasan sang waktu dari masa lalu,,

Monday, 19 May 2014

no image

Hidup butuh pengorbanan

Semua yang kita jalani di dunia ini akan menjadi catatan buku besar hidup kita, setiap langkah yang kita lakukan merupakan sebuah awal dari apa yang akan didapatkan esok, lusa atau yang akan datang. Masa depan adalah misteri, harapan dan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk menjadi bahagia dalam hidup di dunia. Kadang untuk mendapatkan kebahagiaan itu kita butuh pengorbanan, karena tak selalu hidup akan membahagiakan kita. "Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Butuh Pengorbanan" yah itu motto yang penuh realistis, karena banyak manusia yang sekarang sudah bahagia dahulu sudah berkorban, dan pengorbanannya tidak kecil. Berkorban tidak hanya berupa harta, tapi bisa berupa waktu, tenaga dan pikiran.

Thursday, 15 May 2014

no image

inilah hidup

Melihat ke atas sebagai motivasi
bukan untuk jadi rendah diri, dan
melihat ke bawah agar lebih
bersyukur bukan untuk menjadi
sombong

Monday, 5 May 2014

no image

Jika Allah menghendaki

Jika Allah menghendaki
dua hati untuk dipertemukan.
Maka Dia tak hanya akan menggerakkan hati salah satu dari keduanya.

Akan tetapi Dia akan
menggerakkan hati
keduanya untuk segera
dipersatukan dalam
sebuah jalinan kasih yang diridhai-Nya.

Ketahuilah..
Hanya Allah yang paling
Tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa seorang hamba akan
dipertemukan.

Seseungguhnya Dia-lah
Perancang Terbaik bagi
semua makhluk-Nya. InsyaAllah...

Jangan lupa... Istikharah nya Karena :
Cinta itu Datangnya dari Hati yang suci,
yang telah diberi petunjuk dariNya,
dan kecondongan rasa yang kuat pada jodohmu.


sumber
https://www.facebook.com/raisa.putri.7583 
no image

Taati Suamimu, Maka Syurga Untukmu

Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.

Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.

Surga atau Neraka Seorang Istri

Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat.

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim)

Kedudukan Hak Suami

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)

Hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh baginya meminta izin di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR Bukhari Muslim)

Dalam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak boleh menolaknya.

“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)

Berbakti Kepada Suami

Diantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalahpenanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim)

Syaikhul Islam berkata, “Firman Allah, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)

Ayat ini menunjukkan wajibnya seorang istri taat pada suami dalam hal berbakti kepadanya, ketika bepergian bersamanya dan lain-lain. Sebagaimana juga hal ini diterangkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Majmu Al Fatawa 32/260-261 via Tanbihat, hal. 94, DR Shaleh Al Fauzan)

Berkhidmat kepada suami dengan melayaninya dalam segala kebutuhan-kebutuhannya adalah diantara tugas seorang istri. Bukan sebaliknya, istri yang malah dilayani oleh suami. Hal ini didukung oleh firman Allah, “Dan laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita.” (QS. An Nisa [4]: 34)

Ibnul Qayyim berdalil dengan ayat diatas, jika suami menjadi pelayan bagi istrinya, dalam memasak, mencuci, mengurus rumah dan lain-lain, maka itu termasuk perbuatan munkar. Karena berarti dengan demikian sang suami tidak lagi menjadi pemimpin. Justru karena tugas-tugas istri dalam melayani suami lah, Allah pun mewajibkan para suami untuk menafkahi istri dengan memberinya makan, pakaian dan tempat tinggal. (Lihat Zaad Al-Ma’aad 5/188-199 via Tanbihat, hal. 95, DR Shaleh Al Fauzan)

Bukan juga sebaliknya, istri yang malah menafkahi suami dengan bekerja di luar rumah untuk kebutuhan rumah tangga.

Tidak Keluar Rumah Kecuali Dengan Izin Suami

Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33)

Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.

Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.”

Penutup

Semua ketentuan yang telah Allah tetapkan di atas sama sekali bukan bertujuan membatasi ruang gerak para wanita, merendahkan harkat dan martabatnya, sebagaimana yang didengungkan oleh orang-orang kafir tentang ajaran Islam. Semua itu adalah syariat Allah yang sarat dengan hikmah. Dan hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. Ketaatan pada suami pun dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah.***Wallahu ‘alam
no image

Sifat lembut dan Menahan Amarah

Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dega kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya.

Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.

Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :
“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)

Akhlak mulia ini terjadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain.
Padahal rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat :
“ Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : “Janganlah kamu marah”. (HR. Bukhari). dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dati kelemahlembutan.

Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “ Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).

Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu :

1. Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allah ta’alah berfirman : “ Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan.” (Ghafir: 60)

2. Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman : “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” ( Ar-Ra’d : 28)

3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “ Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami’ No. 6398).

4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :
“ Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.” (Al-Misykat 5114).

5. Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.
Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, karena tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan menjelekkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “ Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim).


Sumber :
https://www.facebook.com/raisa.putri.7583 
no image

Nasehat Singkat, Sesingkat Umur Kita

Hiduplah engkau seberapapun lamanya,

namun engkau pasti akan mati.

Cintailah siapapun yang engkau suka,

namun engkau pasti akan berpisah.

Berbuatlah semaumu,

namun engkau akan menerima balasannya.

Barangsiapa ridlo dengan rizki yang ALLAH telah berikan,

maka ia akan tenang didunia dan akhirat.

Barangsiapa dapat menundukkan nafsu syahwatnya,

maka ia menjadi orang yang mulia didunia dan di akhirat.

barangsiapa merasa cukup,

sehingga tidak mengharap pemberian orang lain,

maka dia akan selamat didunia dan diakhirat.

Barangsiapa dapat memelihara lisannya,

maka dia akan selamat didunia dan diakhirat.
( Imam Nawawi al Bantani )

sumber :
https://www.facebook.com/raisa.putri.7583